IDN Living Library: Manusia Jadi Perpustakaan
- By Husnul
- November 24, 2025

Jadi Pembaca Buku itu Nggak Mudah!
Manusia jaga perpustakaan itu biasa! Manusia jadi perpustakaan, itu dia IDN Living Library.
Menjadi pembaca buku ternyata tidak semudah duduk tenang lalu membaca. Ada yang senang mengoleksi buku tetapi sulit menemukan waktu untuk membaca. Ada yang sedang ingin mulai habit membaca, namun sulit untuk mengoleksi buku. Ada juga yang mengumpulkan banyak buku, namun akhirnya menumpuk berdebu di lemari. Di lingkungan pegawai IDN sendiri, berbagai tipe pembaca ini hidup berdampingan. Setiap pembaca punya tantangannya sendiri. Kita belum bicara tentang betapa sulitnya membangun minat baca itu sendiri. Maka, dari kebutuhan yang berbeda-beda inilah IDN Living Library lahir sebagai solusi.
Program ini hadir sebagai ruang berbagi, saling mendukung, dan saling menghidupkan semangat literasi antar pegawai Yayasan IDN dan IDN Boarding School. Melalui sistem peminjaman buku antar pegawai, IDN Living Library menghubungkan orang-orang yang memiliki koleksi dengan mereka yang haus bacaan. Sederhana, namun dampaknya sangat besar: buku yang semula hanya diam di rak kini berpindah tangan, membuka wawasan baru, dan terus bermanfaat. IDN juga memiliki beberapa koleksi buku yang disediakan khusus untuk para pegawai, seperti koleksi buku di divisi Humas, Media, dan Sosial. Koleksi buku tersebut juga terbuka untuk dipinjam siapa saja di lingkungan IDN.
Tipe Pembaca Buku dan Keresahannya
Baca buku itu bukan hobi yang membosankan apalagi hobi receh yang bisa diremehkan. Cuma mereka yang suka baca buku yang tahu kalau baca buku itu mahal dan butuh waktu. Dalam rutinitas pekerjaan yang padat, setiap orang punya gaya “berbuku” yang berbeda. Umumnya, ada empat tipe pembaca yang paling sering ditemui:
- Kolektor yang Jarang Menyelesaikan (Si A)
Tipe ini suka sekali membeli buku baru. Rak penuh bisa tambah rak lagi. Rumah masih banyak spot demi buku bisa tersusun dengan rapi seperti perpustakaan kecil. Tetapi banyak yang belum sempat dibaca. Semangat mengoleksi tinggi, namun eksekusinya sering tertunda oleh aktivitas lain. Namun bukan berarti tipe ini kurang baik. Karena koleksi buku yang lengkap akan mendatangkan semangat baca setiap kali melihatnya. Mengoleksi adalah langkah awal dari tidak hidup jauh dan asing dari buku. Dan percayalah, tipe ini akan menemukan waktu terbaiknya untuk melahap buku-buku yang ia miliki. Cuma sayangnya, banyak buku yang jadi nganggur.
- Pembaca Tuntas yang Raknya Kepenuhan (Si B)
Tidak hanya rajin beli, tapi juga rajin menamatkan buku. Perlahan tapi pasti, daftar buku To Be Read-nya selalu terceklis. Namun setelah buku tersebut selesai dibaca, ia biasanya hanya berdiam di dalam rak dan selalu kedatangan penghuni baru. Lama kelamaan, sang pemilik buku juga mulai bingung harus menata bukunya seperti apa lagi. Sementara wish-list buku bacaannya tidak pernah habis! Rencananya, pekan depan akan check-out buku baru lagi. Daripada bingung naruh bukunya di mana, bagaimana kalau ada rak buku lain yang siap menampung sementara?
- Pembaca Produktif Tanpa Ingin Mengoleksi (Si C)
Suka membaca banyak judul, namun tidak ingin menyimpan banyak buku di rumah. Alasannya beragam seperti ruang untuk buku yang terbatas. Ada juga yang tidak ingin ribet merawat buku karena harus dijaga biar tidak berjamur dan tidak menguning. Namun alasan paling klasik adalah harga buku yang mahal! Tidak bisa dipungkiri, harga buku cukup menguras kantong. Biasanya tipe ini juga suka membaca buku digital yang tidak ribet dibawa ke mana-mana. Namun kadang, kebutuhan membaca buku fisik tidak bisa tergantikan dengan digital.
- Pembaca Nomaden (Si D)
Tipe ini biasanya adalah anak rantau. Sering berpindah kota atau tinggal sementara di area tertentu. Koleksi buku yang banyak justru menambah beban saat harus pindahan. Mereka ingin terus mengoleksi buku karena jadi teman hangat di saat jauh dari keluarga dan kampung halaman. Tetapi pindahan is a nightmare.
Keempat tipe pembaca ini sama-sama mencintai buku, hanya saja cara mereka menikmatinya berbeda. Dan perbedaan inilah yang justru membuat komunitas IDN kaya dan beragam.
Solusi Baca ala Sistem Perpustakaan
IDN Living Library hadir untuk mempertemukan dua kelompok utama pembaca:
Mereka yang banyak koleksi buku (Pustakawan)
Mereka yang ingin membaca tanpa mengoleksi (Pemustaka)
Melalui program ini, pegawai bisa meminjamkan koleksinya kepada rekan lain yang membutuhkan, sekaligus menjaga buku agar terus hidup dan bermanfaat. Bagi peminjam, ini adalah cara praktis untuk mendapatkan bacaan baru tanpa harus beli atau menumpuk banyak buku di rak. Model berbagi seperti ini tidak hanya memperkuat budaya membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Buku menjadi jembatan yang menghubungkan pegawai dengan sesama pembaca di lingkungan IDN.
Adapun koleksi bukunya sangat beragam. Para civitas yang ingin meminjamkan bukunya sudah mendaftarkan koleksinya dengan judul yang beragam. Di antaranya ada buku-buku best seller yang bisa dibaca oleh siapa saja.
Baca juga artikel lain di sini.
Bagaimana Cara Bergabung IDN Living Library?
Bagi seluruh civitas IDN, begini cara pinjam dan meminjamkan bukunya. Simak berikut ini!
- Menjadi Pustakawan
Untuk Anda yang memiliki beragam koleksi buku di rumah dan ingin membaginya kepada orang lain, cukup daftarkan list koleksi Anda melalui tautan berikut:
Buku yang mungkin sedang “nganggur” di rak bisa menjadi bacaan berharga bagi rekan kerja Anda.
Klik di bawah ini untuk:
Panduan Terlengkap IDN Living Library
- Menjadi Pemustaka
Bagi Anda yang ingin meminjam buku, cukup siapkan daftar judul yang ingin dibaca atau cek koleksi IDN Living Library. Cek apakah ada pegawai lain yang memilikinya atau ada buku yang menarik minat. Lalu mulailah proses peminjaman dengan mudah!

Daftar Koleksi IDN Living Library Saat Ini
- Range – David Epstein
Pilih jadi spesialis atau jadi generalis? Kuasai satu bidang khusus atau menguasai banyak bidang? Buku ini akan menjawabnya.
- Deep Work – Cal Newport
Brain rot, susah fokus, sulit konsentrasi, banyak distraksi. Buku ini bantu untuk bangun kemampuan bersungguh-sungguh dalam bekerja.
- Esensialisme – Greg Mckeown
Pentingkan yang penting saja. Kerjakan lebih sedikit, hasilnya dampak lebih besar dan lebih baik. Begitulah seorang esensialis.
Nah untuk dua buku terakhir, ini lebih spesifik untuk fokus di bidang desain dan pendidikan.
- Terra Incognita – Aulia Akbar
Menelisik dunia desain dari sudut pandang beragam: politik, sosial, ekonomi, yang jarang dibahas. Karena desain bukan hanya tentang visual, namun meliputi aspek kehidupan yang lebih luas.
- Espresso – Dodik Priyambada dan Mohamad Fauzi
Buku ini bukan tentang promosi sekolah saja, namun membangun branding dan inovasi serta cara tepat memperkenalkan sekolah sesuai zaman.
Ada juga buku lainnya seperti:
- Grit: Kekuatan Passion & Kegigihan – Angela Duckworth
- Semua Anak Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
- Bicara itu Ada Seninya – Oh Su Hyang
- Sandiwara Langit – Abu Umar Basyir
- Sandiwara Langit 2 – Abu Umar Basyir 2
- Sebelum Ayah Tiada – Muhamad Yasir, LC.
- Kesturi dan Kepodang Kuning – Afifah Afra
- Your Personality Tree – Florence Littaure
- You Are a Leader – Arvan Pradiansyah
- Travel Health Note – Martinus M. Leman
- Learning, Leading, Living The Future – Civitas Akademika IDN
- Sekolah Calon Pemimpin
Menghidupkan Budaya Literasi di IDN
IDN Living Library adalah upaya menghidupkan (living) lingkungan terliterasi yang aktif dan suportif. Dengan saling berbagi koleksi, pegawai IDN ikut berkontribusi dalam menciptakan:
- Budaya membaca yang aktif
- Interaksi positif antarpegawai
- Lingkungan kerja yang inspiratif tidak hanya diisi dengan rutinitas kerja
- Menjadi teladan bagi satu sama lain maupun bagi siswa IDN.
Inisiatif kecil ini dapat menjadi langkah besar untuk menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat di tubuh Yayasan IDN dan IDN Boarding School.
Mari Berkontribusi, Mulai dari Buku yang Kita Miliki
Setiap buku memiliki nilai, dan nilai itu akan semakin besar jika dibagikan.
Mari bersama-sama menjadikan IDN sebagai zona literasi yang hidup, tempat di mana buku berpindah tangan, ide berpindah pikiran, dan wawasan berkembang di seluruh lingkungan kerja.
Ayo bergabung dengan IDN Living Library.
Karena buku yang dibaca satu orang saja adalah buku yang hidup sebentar,
tetapi buku yang dipinjamkan ke banyak orang adalah buku yang hidup selamanya.

